Senin, 15 Februari 2021

Kiat Memilih Proyektor Yang Bagus

Proyektor kini bukan barang yang mahal. Ada sih yang harganya mahal mirip proyektor home theater. Tapi banyak juga proyektor multimedia yang harganya terjangkau. Karena itu di rumah ibadah, sekolah, kantor, auditorium, ruang konser, produk yang satu ini sudah biasa dipakai. Nah, jika Anda mau beli proyektor untuk rumah ibadah atau sekolah, ada beberapa hal yang perlu  Anda  perhatikanselain harga unitnya. Hmm, jika proyektor akan ditempatkan di ruang kelas, atau di ruang rapat yang masih memiliki cahaya, pilih proyektor dengan tingkat terperinci yang tinggi (lumens besar). Sebab proyektor perlu bersaing dengan cahaya yang ada biar gambar yang diproyeksikan tetap terlihat. Lumens yang tinggi juga perlu bila yang diproyeksikan yakni teks, grafis atau bahan yang perlu detil dan akan dilihat oleh banyak orang. Untuk ruang kelas, 2000 – 3000 lumens telah memadai. Kalau untuk auditorium atau ruang pertemuan yang luas, semestinya pilih 3000 lumens ke atas. Tapi jika untuk menikmati home cinema berkualitas,  Anda  dianjurkan memilih proyektor yang mampu beroperasi di ruangan yang gelap gulita. Makara lumens-nya tidak butuhtinggi-tinggi, tapi contrast ratio-nya perlu tinggi. Seribu lumens telah cukup untuk proyektor home cinema. Ada hal-hal lain yang juga  Anda  perhatikan yakni lampu. Umur lampu ialah salah satunya. Kalau umur lampu pendek, pertimbangkan lagi pembelian proyektor. Sebab harga lampu umumnya mahal, dapat sepertiga dari harga unit. Perhatikan juga garansi lampu tadi. Epson EB-X300 contohnya, punya umur lampu sampai 10 ribu jam pada eco-mode dan garansi lampu2 tahun atau 1000 jam. Yang juga perlu diteliti adalah kemudahan pakai. Menunya mudah dikenali tidak ya? Jangan sampai bikin sukar sehingga perlu orang khusus untuk mengoperasikannya atau mengesetnya. Menu di Epson EB-X300 mendukung bahasa Indonesia loh, jadi semestinya lebih mudah diketahui. Proyektor ini telah dibekali fitur auto power on, jadi begitu kabel USB dicolok ia akan otomatis nyala. Juga ada auto source search, jadi sumber input akan dicarikan oleh proyektor sehingga pengguna tak repot mencari-carinya sendiri. Gambar yang miring secara horisontal pun dapat dikelola semoga lurus dengan menggeser tuas sehingga tak lagi repot memutar-mutar kaki proyektor. Apa lagi? Rasio aspect dan resolusi, serta bobot proyektor. Kalau  Anda  suka mindahin proyektor, bobotnya dihentikan terlalu berat dong. Sedangkan jika untuk home cinema, faktor suara juga penting. Jangan sampai bunyi film terganggu oleh desis kipas.
Sumber http://teknovirtu.blogspot.com


EmoticonEmoticon